Chat with us, powered by LiveChat

AirAsia Jelaskan Alasan Penarikan Tiket dari Traveloka

AirAsia telah mengambil keputusan untuk menarik penjualan tiketnya secara permanen dari online travel agent Traveloka. Penarikan ini meliputi seluruh rute penerbangan di semua jaringan AirAsia.

Penarikan tiket AirAsia tidak hanya berimbas pada penjualan di Indonesia, melainkan berdampak ke lima negara lain di mana Traveloka beroperasi. Lima negara tersebut ialah Malaysia, Thailand, Filipina, India dan Jepang.

Keputusan ini didasari hilangnya tiket AirAsia secara misterius di Traveloka untuk kedua kalinya dalam dua minggu terakhir. “Oleh karena itu, sebagai bentuk solidaritas, AirAsia secara grup menarik penjualan seluruh tiket AirAsia dari Traveloka efektif mulai saat ini,” kata Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan, dalam siaran pers, Senin (4/3).

Dendy mengatakan, hilangnya penerbangan maskapainya mencederai kerja sama antara AirAsia dan Traveloka. “Pihak Traveloka seperti tidak menunjukkan itikad baik. Traveloka menolak memberikan penjelasan resmi meskipun sebelumnya kami telah beberapa kali mencoba meminta klarifikasi,” katanya.

Menurutnya, peniadaan beberapa penerbangan AirAsia Indonesia oleh Traveloka menunjukkan dengan jelas sikap diskriminatif dan berat sebelah. “Kami mengamati pesan-pesan di media sosial yang disampaikan pelanggan tentang ketidaktersediaan tiket AirAsia justru direspons dengan rekomendasi dari Traveloka untuk memesan tiket maskapai lain.”

Traveler yang ingin membeli tiket AirAsia diimbau agar memesan langsung melalui situs airasia.com atau aplikasi mobile AirAsia. “Situs airasia.com dan aplikasi mobile AirAsia merupakan pilihan yang lebih baik di mana traveler dapat memesan tiket langsung dari kami di harga yang paling murah, mendapatkan jatah bagasi 15 kilogram untuk penerbangan domestik di Indonesia, serta mendapatkan promosi diskon hotel.”

Hilangnya tiket AirAsia dari Traveloka untuk pertama kalinya terjadi tanggal 14-17 Februari 2019, yang bertepatan dengan masa peningkatan taraf (upgrade) sistem pemesanan pada tanggal 16 Februari 2019 yang berlangsung selama 13 jam.

 

Traveloka kemudian merujuk pada 13 jam masa perbaikan ini sebagai alasan hilangnya penerbangan AirAsia dari situs mereka ketika menjawab pertanyaan pelanggan.

Namun, penerbangan AirAsia kembali hilang untuk yang kedua kalinya dari Traveloka tanpa penjelasan pada 2 Maret 2019 jauh setelah upgrade sistem AirAsia selesai.

Dendy menambahkan “Kompetisi seharusnya bebas dan adil sehingga konsumen dapat diuntungkan dengan adanya penawaran yang lebih baik. Jangan sampai monopoli membunuh kompetisi dan membuat para traveler menjadi dirugikan.”

Menanggapi hal tersebut,  manajemen Traveloka pun tengah mengupayakan dialog dengan AirAsia. Public Relations Director Traveloka Sufintri Rahayu menyatakan pihaknya menyayangkan keputusan AirAsia yang menghentikan penjualan tiketnya melalui platform Traveloka. “Kami telah meminta waktu untuk berdialog dengan AirAsia sejak akhir pekan lalu, agar mendapatkan solusi terbaik,” ujar dia dalam siaran pers, Senin (3/4).

Ia menegaskan, perusahaannya berkomitmen untuk mengutamakan kerja sama yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk mitra. “Saat ini, kami terus berupaya agar pelanggan dapat kembali menikmati pilihan maskapai yang selama ini tersedia (termasuk AirAsia),” katanya.